• info@akfarcefada.ac.id
  • 0721-5641272
Dosen Akfar Cefada, melatih masyarakat membuat Ramuan Obat Tradisional peningkat sistem imun

Bandar lampung, 13/12/20, Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Tim Dosen Akfar Cefada melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan ramuan obat tradisional peningkat sistem imun kepada warga Kelurahan Sukabumi, Bandar Lampung sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan PKM dilaksanakan di salah satu rumah warga dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh Tim dosen Akfar Cefada diisi dengan penyuluhan seputar peraturan terkait obat tradisional, golongan obat tradisional, jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional serta cara memilih bahan baku ramuan dan cara pengolahan yang tepat untuk menjadi ramuan obat tradisional sebagai peningkat daya tahan tubuh.

Ketua tim pengabdian masyarakat apt. Isna Mulyani, S.Farm., M.Si sekaligus pemateri menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna mengedukasi masyarakat agar dapat lebih bijak dalam menggunakan obat tradisional yang beredar di pasaran. Melalui pelatihan pembuatan ramuan obat tradisional diharapkan dapat memberikan pemahaman terkait pengolahan bahan ramuan dengan cara dan takaran yang tepat sehingga masyarakat dapat mandiri membuat di rumah tanpa harus membeli. Selain itu, kegiatan PKM yang telah diselenggarakan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar senantiasa dapat menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19, salah satunya dengan pemanfaatan bahan dapur sebagai ramuan alami peningkat daya tahan tubuh.

PKM yang mengusung tema Sosialiasasi dan Pelatihan Pembuatan Ramuan Obat Tradisonal di Masa Pandemi, tim dosen yang terlibat secara bergantian menyampaikan materi sosialisasi,  Apt.Drs.Sudiyono WS.Dipl.,Sc.,M.Kes memaparkan terkait pentingnya menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19, salah satunya dengan obat tradisional. Namun, sayangnya saat ini masih banyak beredar jamu gendong yang telah dicampur dengan bahan kimia obat agar terkesan ampuh dan tidak terdaftar di BPOM. Oleh karena itu, melalui edukasi tentang penggunaan obat tradisional yang aman diharapkan masyarakat lebih bijak dan tidak mudah terkecoh. Pemaparan terkait obat tradisional selanjutnya dilengkapi dengan penjelasan mengenai cara memilih bahan baku yang baik oleh Rizki Nisfi Ramdhini, M.Si, bahwasanya penting untuk memilih bahan baku obat yang berkualitas, guna mendapatkan ramuan yang berkhasiat. Hal-hal yang musti diperhatikan diantaranya kepastian jenis tanaman, umur panen, cara panen serta cara penyiapan bahan baku obat tradisional yang tepat sebelum diracik menjadi ramuan obat tradisional, seperti membersihkan dan mencuci bahan baku dengan air mengalir, perajangan, pengeringan, pengemasan serta penyimpanan yang tepat.

Di akhir kegiatan PKM, dibagikan leaflet yang berisi rangkuman ramuan-ramuan herbal peningkat imunitas yang bisa di buat di rumah. Ramuan yang telah dibuat selama pelatihan yakni ramuan 1 berbahan jahe, jeruk  nipis, kayu manis dan gua merah dan ramuan 2 berbahan kunyit, lengkuas, jeruk nipis dan gula merah, juga dibagikan kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam PKM. Masyarakat sangat antusias dan berharap agar kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan kembali.

Komentari Tulisan Ini